Kutipan Media

Dua Tokoh Inspirasi Anies Dalam Menjalani Kehidupan

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan, dikenal sebagai tokoh pendidikan dan satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight, yang terbit di Jepang akhir April 2010 lalu.

Anies juga pernah terpilih sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar 100 tokoh intelektual dunia versi majalah Foreign Policy, Amerika Serikat. Namanya di sejajarkan dengan tokoh dunia seperti, Noam Chomsky, Al Gore, Francis Fukuyama, Samuel Huntington, Vaclav Havel, Thomas Friedman, Bernard Lewis, Lee KuanYew, dan pemenang Nobel asal Bangladesh, Muhammad Yunus.

Tak hanya itu, mantan Rektor Universitas Paramadina ini juga pernah mendapatkan penghargaan dari Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum, WEF) sebagai ‘Young Global Leaders 2009’ pada tahun 2009 lalu.

Nama mantan Menteri Pendidikan ini juga disejajarkan dengan 230 orang pemimpin muda dunia. Hal itu dikarenakan mereka dinilai memiliki prestasi dan komitmen kepada masyarakat dan berpotensi memperbaiki dunia. Bahkan nama Anies kala itu sejajar dengan pembalap F1 Michael Scumacher, CEO Youtube Chad Hurley dan CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Pencapaian itu tidak terlepas dari orang yang menjadi sosok inspirasi dalam kehidupannya. Anies mengatakan ada dua tokoh yang menjadi sosok inspirasinya. Pertama adalah almarhum kakeknya, Abdurrahman Baswedan, salah seorang pejuang kemerdekaan dan seorang jurnalis serta diplomat yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Penerangan pada masa revolusi fisik.

“Almarhum kakek saya menghibahkan seluruh hidupnya untuk kemerdekaan,” kata Anies dalam dialog interaktif di radio di Jalan Marga Jaya, Bekasi Selatan, Rabu, 18 Januari 2017.

Sedangkan yang kedua adalah ayahnya, Rasyid Baswedan. Salah seorang dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Anies menilai ayahnya sebagai pendidik yang menjalankan perannya di luar dan di dalam rumah.

“Almarhum ayah adalah pendidik di dalam dan di luar rumah. Beliau figur yang bekerja all out (sungguh-sungguh),” ujar Anies.

Mantan Ketua Komite Etik KPK ini mengaku bersyukur bisa melihat dari dekat sosok-sosok yang menginspirasinya dalam hidup. “Bagi saya, inspirasi tidak datang bukan dari meditasi, melainkan dari interaksi. Kita kadang tidak melihat ada potensi inspirasi dari interaksi,” ujar Anies.

Karena itulah, Anies berikhtiar menjadikan interaksi antar warga Jakarta bagian dari pembangunan manusia. Penggagas program Indonesia Mengajar ini menyatakan akan menawarkan model kepemimpinan gerakan untuk melibatkan warga dalam berpartisipasi membangun Jakarta agar maju kotanya dan bahagia warganya.

Sumber: Viva.co.id

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Back to top button