Sebelum Wafat, Mustofa Idris sempat Menuliskan Pesan

Kota Serang, 5/03-Keluarga PKS kembali kehilangan kader terbaiknya. Adalah Mustofa Idris yang diamanahi  Pengurus PKS Banten periode 2016-2021 sebagai ketua debuti Jaringan Komunitas PKS Banten telah meninggal dunia pada Jum’at malam, 4 Maret 2017 jam 21 di RSUD dr.Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang .

Almarhum meninggal dunia karena penyakit jantung yang ia derita kurang lebih satu tahun terakhir. Bulan februari yang lalu sempat dibawa ke Rumah sakit Harapan Kita di Jakarta, namun karena penyakitnya sudah menyerang organ tubuh lainnya akhirnya pihak Rumah sakit tidak berani melakukan tindakan lebih lanjut. Akhirnya pihak RS Harapan Kita menyarankan untuk mengobati dahulu infeksi yang menyerang organ tubuh lainnya.

Almarhum  meninggalkan seorang istri yaitu Ibu Aam Mardiyyah dan 6  anak, anak yang pertama  dan kedua sedang melakukan studi di Universitas Sumbawa NTB, sementara kedua adiknya masih duduk dibangku Sekolah menengah, SMP dan yang paling kecil masih di Sekolah Dasar.

Kami semua Kader PKS Banten menjadi Saksi bahwa Almarhum Mustopa  Idris adalah kader terbaik dengan kesiap siagaan setiap amal jama’i dan selalu cekatan membantu kepentingan ummat dan dakwah.

Keluarga besar PKS Banten sangat berduka atas kepergian almarhum. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, diberikan ganjaran syurga untuk akhiratnya, Amiin.

Jenazah disholatkan di rumah duka yang beralamat di Kp. Kubangawan, desa Citerep, keamatan Ciruas, Kabupaten Serang (dekat SDIT Ibadurrahman-Ciruas) dan rencananya akan dimakamkan di kampung halaman almarhum di Kota Tangerang Selatan.

Sekitar dua bulan yang lalu almarhum sempat mengirim pesan melalui Whatsapp, Ini pesan Whatsapp Almarhum Mustofa Kepada Pengurus Bidang Olah Raga dan kepanduan PKS Banten:

Wa’laikum salam, secara pribadi ana mohon maaf Karena  tidak bisa maksimal, bahkan lihat komentar foto foto temen temen iri ana ingin seperti dulu setiap panggilan ana bisa hadir, sejak 3 bulan yg di Situ Gintung sdh mulai terasa badan semakin lemah sampai hari ini ana masih blm bisa terasa lemah, dg ini ana mhn maaf khawatir ana punya dosa tolong di maafkan, dan do’a dari Antum semoga jadi obat yg ampuh Wassalam.

*Ana rindu sama antum semua*

 

*Serang, 8 Januari 2017*

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*